Hak Merek

Hak Merek Harus Diperhatikan Seseorang Yang Ingin Menjalankan Bisnis, Termasuk Barang Dan Jasa. Sayangnya, tidak sedikit pebisnis pemula yang melupakan aspek penting tersebut. Padahal pendaftaran merek sangat bermanfaat dan berpengaruh besar terhadap bisnis yang sedang maupun akan mereka kembangkan. Namun, ada juga pelaku usaha yang sadar akan kebutuhan tersebut, tetapi belum sempat mendaftarkan merek dagangnya ke lembaga yang terkait.

6 Tahap Penting Yang Harus Diperhatikan Saat Mendaftarkan Hak Merek

Tidak sedikit pula yang menganggap merek dagang tidak terlalu penting selama mereka mampu merintis usaha dengan benar serta mampu meraup untung besar. Padahal, pemikiran tersebut sebenarnya kurang tepat dan dapat mengancam bisnis yang sedang mereka kelola. Pasalnya, persaingan di dunia bisnis semakin ketat. Belum lagi merek atau brand yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Masalahnya, tidak sedikit merek di pasaran yang mengusung konsep serupa. Pebisnis mungkin boleh lega saat produknya menunjukan perkembangan yang signifikan.

Akan tetapi, kalau hak merek dagangdagangnya belum ada, maka usahanya berpeluang lebih besar terancam karena bisa saja ada pebisnis lain mengklaim brand tersebut atau malah sebelumnya sudah ada merek dengan konsep yang sama di pasaran. Mereka yang belum mengajukan pendaftaran jelas tidak bisa membuat pengaduan atau gugatan ke lembaga terkait seperti Direktorat Jenderal HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Kemungkinan buruk seperti ini tentunya tak mau dialami pebisnis mana pun. Maka, akan lebih baik kalau Anda melakukan persiapan matang untuk mengoptimalkan kedisiplinan dan menjalankan bisnis berdasarkan aturan yang sudah berlaku.

Sementara itu, untuk mendaftarkan hak merek dagang ke Ditjen HKI, setidaknya ada 6 tahap yang harus Anda lalui.

Kesatu, Anda harus menelusuri brand atau merek dagang yang hendak digunakan.

Dengan hal ini, Anda akan tahu apakah merek yang akan dipakai sudah terdaftar atau belum. Penelusuran lewat mesin pencari seperti Google atau langsung mengakses situs resmi Ditjen HKI akan membantu proses ini. Supaya hasilnya lebih optimal, Anda dapat menanyakannya langsung kepada pihak yang menangani langsung bidang tersebut.

6 Tahap Penting Yang Harus Diperhatikan Saat Mendaftarkan Merek

Kedua, siapkan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendaftarkan hak merek dagang.

Beberapa dokumen dan keperluan lain yang biasanya diminta antara lain pemohon (bisa individu atau perusahaan) mengisi formulir berisi data pribadi; menyiapkan daftar barang maupun jasa yang sudah Anda beri merek; surat pernyataan kepemilikan dari pihak pemohon; fotokopi KTP atau tanda pengenal lain milik pemohon; fotokopi NPWP (bila pemohon merupakan perusahaan). Dengan memenuhi persyaratan tersebut, pendaftaran merek dagang pun dijamin tidak akan dipersulit.

Ketiga, ikuti prosedur pendaftaran merek dagang yang telah ditentukan.

Prosedur pendaftaran merek terdiri dari dua bagian, yaitu permohonan ajuan merek dari pemohon secara langsung dan melewati proses berifikasi yang dilakukan pihak Ditjen HKI. Kemuduan, pemohon diminta untuk mengisi formulir pendaftaran brand dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Antara lain surat keterangan UMKM (Usaha Mikro Kecil menengah); surat kuasa khusus; etiket merek; bukti pembayaran pendaftaran merek; bukti penerimaan permintaan untuk pendaftaran merek. Setelah itu, pihak Ditjen HKI pun akan memeriksa pendaftaran yang dilakukan pemohon yang nantinya akan menentukan penerbitan sertifikat merek dagang.

keempat yang harus Anda lakukan saat pendaftaran merek dagang adalah pemeriksaan secara formal dan substantif.

Sebelumnya, pastikan dulu Anda sudah melengkapi seluruh dokumen dan hal-hal lain yang diminta dalam persyaratan pendaftaran hak merek. Jika ada satu syarat saja yang ketinggalan, maka Ditjen HKI akan segera meminta kelengkapan tersebut dalam jangka waktu dua bulan saja sejak surat permintaan kesatu diterima. Sedangkan pemeriksaan substansi umumnya mempunyai jangka waktu selama satu bulan per tanggal penerimaan pengajuan registrasi brand diterima oleh Ditjen HKI. Biasanya pemeriksaan bersifat substantif dilakukan pihak terkait selama maksimal 9 bulan.

Kelima, ada pengajuan keberatan yang dapat dilayangkan.

Jika disetujui, permohonan tersebut akan diumumkan oleh Ditjen HKI dalam berita resmi merek. Pengumuman hak merek brand ini akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Di sisi lain, Anda harus senantiasa memeriksa tahap ini secara konsisten. Bila pihak pemohon merasa keberatan, maka dia dapat melakukan pengajuan keberatan secara tertulis maksimal dua bulan per tanggal penerimaan salinan keberatan kepada Ditjen HKI.

Keenam, bila pemohon brand mengajukan keberatan, maka pihak Ditjen HKI dapat memanfaatkan keberatan tadi sebagai bahan pertumbangan untuk melaksanakan pemeriksaan ulang terhadap pemohon.

6 Tahap Penting Yang Harus Diperhatikan Saat Mendaftarkan brand

Tahap tersebut umumnya bisa dituntaskan dalam jangka waktu maksimal dua bulan sejak masa pengumuman berakhir. Jika prosesnya lancar atau tidak tersandung masalah, maka Ditjen HKI akan merilis dan memberikan sertifikat merek dagang pada pemohon atau pihak kuasa dalam jangka waktu maksimal 30 hari sejak tanggal pengajuan disetujui untuk ada di dalam daftar umum brand atau merek. Itulah enam langkah yang harus dilewati oleh Anda yang ingin mendaftarkan brand sendiri.

Sekilas, prosesnya tampak rumit dan membutuhkan banyak hal supaya produk Anda dapat masuk ke pasar. Namun, semuanya akan terbayar saat Anda mendapatkan sertifikat. Sehingga nantinya Anda tidak akan tersandung masalah tentang brand atau kesulitan saat memproses hal-hal yang berkaitan dengan merek dagang. Anda juga akan lebih leluasa dalam mempromosikan jasa atau barang karena tidak ada halangan terkait brand. Jangan sungkan berkonsultasi dengan Ditjen HAKI kalau Anda membutuhkan bantuan.

    Chat WA