Hak Kekayaan Intelektual

Hak Kekayaan Intelektual Mengupas Sisi Sejarah Dari HKI. Bentuk negara demokrasi memberikan kebebasan setiap warga negara untuk mengeluarkan pendapat. Karena kebebasan yang diberikan oleh negara, maka agar tidak menjadi kebebasan yang melewati batas perlu diatur dalam peraturan. Berbicara mengenai peraturan, maka menyangkut hukum yang ditetapkan. Dengan diberlakukannya undang-undang, orang akan berpikir untuk mengeluarkan pendapat dan juga dalam bersikap dengan siapapun. Termasuk dalam mengklaim terhadap kepemilikan sesuatu.

Membahas mengenai kepemilikan, maka berkaitan dengan hak cipta. Hak cipta tersebut menyangkut pada pembahasan hak kekayaan intelektual atau HKI. Pada tahun 1945 ketika UUD 1945 mengalami penetapan, Indonesia mempergunakan undang-undang HKI milik pemerintahan Belanda kala penjajahan. Bagi Anda yang memiiki sebuah usaha atau memerlukan izin khusus untuk memperoleh hak cipta, tentu sudah paham mengenai HKI. Namun bagi banyak orang awam, HKI masih sekadar istilah peraturan undang-undang yang hanya sering didengar, namun tidak mencoba dimengerti. Padahal HKI sangat penting untuk dipahami guna kepemilikan atas hak cipta.

Sehingga mengupas sisi sejarah mengenai HKI akan mencoba membantu dasar pemahaman dari HKI.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa Indonesia telah memiliki peraturan undang-undnag mengenai hak cipta. Namun memiliki undang-undang mengenai hak cipta saja belum cukup. Indonesia harus memperkuat undang-undang hak cipta dengan hak paten. Sehingga orang akan lebih terlindungi kepemilikannya dengan memiliki hak cipta dan hak paten yang termasuk dalam hak kekayaan intelektual. Kemudian Indonesia mengajukan kepemilikan atas undang-undang hak paten milik pemerintahan Belanda.

Indonesia berhasil memperoleh undang-undang hak paten meskipun berstatus sementara. Di tahun 1961, Indonesia akhirnya memiliki undang-undang mengenai Merek Perusahaan yang tertulis dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 1961. Dan undang-undnag mengenai Merek Perniagaan yang tertulis dalam Undang-undang Merek 1961. Kedua hak tersebut adalah undang-undang yang diatur dalam HKI. Ketetapan undang-undang dalam HKI, yaitu Undang-undang Nomor 21 Tahun 1961 dikeluarkan pada 11 November di tahun yang smaa. Dan di tanggal tersebut merupakan hari HKI Nasional di negara Indonesia. Mulai tahun 1989, Indonesia telah resmi memiliki undang-undang hak paten.
Jadi, apa fungsi dari keberadaan hak kekayaan intelektual yang diatur dalam undnag-undang tentu Anda sudah paham. Yaitu, untuk melindungi karya Anda, untuk melindungi kepemilikan Anda terhadap sesuatu. Kepemilikan usaha, atau yang lain. Dengan tujuan tidak ada orang lain yang tidak bertanggung jawab mengakui apa yang telah menjadi hak Anda. Sebagai contoh, ketika Anda memiliki sebuah usaha yang sudah mulai dikenal atau lebih baik baru pertama kali dibuka, segera untuk mengurus HKI. Dengan begitu usaha yang Anda miliki akan jauh lebih aman dari segala kemungkinan yang akan terjadi menyangkut HKI. Sehingga jika Anda memang menjadi warga negara Indonesia yang baik dan taat hukum, maka lakukan kewajiban dan peroleh hak Anda dalam HKI.

    Chat WA