Kekayaan Intelektual

Kekayaan Intelektual sangat Mahal Harganya Sebab Ini Adalah Suatu Hasil Yang Didapatkan Dari Buah Pikiran Seseorang Yang Bisa Menghasilkan Sejumlah Karya fisik maupun non fisik yang bisa bernilai ekonomi, budaya dan sosial.Karena merupakan hal yang sangat berharga maka tentunya karya cipta ini haruslah dilindungi dalam sebuah hak kekayaan intelektual yang dimiliki oleh orang yang menciptakan karya tersebut sehingga dengan demikian isi dari karya ciptanya bisa tetap menjadi miliknya serta bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan diri sendiri dan orang di sekitarnya.

Kekayaan Intelektual terlindungi

Untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual ini maka Anda harus mengajukan sejumlah syarat untuk mendapatkan hak kepada Ditjen HKI Indonesia. Istilah hak kekayaan intelektual ini pertama kali mulai digunakan sekitar tahun 1790an. Fichte adalah orang yang pertama kali mengungkapkan tentang hak kekayaan intelektual berdasarkan haknya yang ia sebutkan di dalam bukunya.

Jika karya cipta tersebut dituangkan ke dalam sebuah buku maka yang menjadi kekayaan intelektual itu bukanlah bukunya melainkan isi di dalam bukunya yang merupakan buah pikiran dari si penulis. HKI terdiri dari tiga kata yaitu hak, kekayaan dan intelektual. Kekayaan dalam hal ini tentunya bernilai ekonomi yang membuat si pemilik karya cipta dapat memperoleh kekayaan secara finansial dari hasil karya ciptanya tersebut tanpa takut lagi bahwa karya ciptanya itu akan disalahgunakan oleh orang lain karena kini telah ada HKI yang akan melindungi karya ciptanya di depan hukum.

Sebagai hal yang sangat berharga maka tentunya pengajuan HKI ini membutuhkan proses yang lumayan lama, karena tentunya Ditjen HKI harus meneliti lagi apakah benar bahwa karya cipta tersebut belum pernah ada sebelumnya atau bahkan bahwa karya cipta tersebut merupakan  tiruan dari karya cipta yang sudah ada. HKI tidak boleh terlambat diajukan karena jika Anda terlambat maka Anda akan kehilangan hak atas karya cipta Anda yang jika telah diklaim dan memiliki HKI oleh orang lain maka tidak bisa Anda ambil kembali sebagai milik Anda.

penemu Kekayaan Intelektual

Kekayaan intelektual ini juga memiliki sebuah teori yang dicetuskan oleh John Locke.Dalam teorinya tersebut John Locke mengungkapkan tentang apapun yang diciptakan oleh manusia itu telah menjadi haknya sejak kelahirannya.Sehingga dengan demikian maksud dari teori ini hanya menguatkan tentang hak kekayaan intelektual yang memang pantas didapatkan oleh orang yang membuat karya cipta tersebut, tanpa harus diajukan permohonan untuk dibuatkan hak kekayaan intelektualnya pun sebuah karya cipta itu memang sudah sah dimiliki oleh penciptanya.

Namun dengan adanya hak kekayaan intelektual yang sah di mata hukum maka akan semakin menguatkan kekuatan hukum terhadap karya cipta yang diciptakan oleh perseorangan itu. Oleh karena itulah kekayaan intelektual KI itu adalah suatu hal yang amat sangat penting untuk diperjuangkan.Menurut sejarah Indonesia sebenarnya Undang-Undang yang mengatur tentang HKI ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.Sekitar tahun 1844 dikeluarkanlah sebuah peraturan perundang-undangan yang mendasari adanya hak kekayaan intelektual.

Menteri Kehakiman yang kemudian ikut menguatkan peraturan yang dibuat di masa belanda tentang hak kekayaan intelektual tersebut yang kemudian juga menyangkut pada hak paten.Menteri Kehakiman kemudian menjadi lembaga pertama di Indonesia yang memperkenalkan adanya hak paten terhadap suatu karya cipta dan yang membuat hak paten menjadi begitu penting di muka hukum. Sifat dari hukum hak kekayaan intelektual ini sifatnya territorial tergantung pada dimana tempat karya cipta itu berada, artinya untuk dapat mematenkan hak kekayaan intelektual ini maka karya cipta itu haruslah dipatenkan oleh pihak yang berwenang pada Negara dimana karya cipta itu diciptakan.

Karya cipta yang dipatenkan hanya akan diakui ketika Negara dimana tempatnya berada telah memberikan hak kekayaan intelektual terhadapnya. Untuk membuat pengajuan itu bisa berjalan dengan baik maka tentunya Anda akan membutuhkan bimbingan dari konsultan hak kekayaan intelektual yang lebih professional dan berpengalaman dalam bidang tersebut. Jika Anda pikir bahwa semua konsultan hak kekayaan intelektual adalah orang-orang yang berilmu hukum saja, maka Anda salah karena sarjana dengan latar belakang ilmu apapun bisa mendaftar untuk menjadi konsultan hak kekayaan intelektual.

Hukum Kekayaan Intelektual

Apa saja syarat untuk menjadi seorang konsultan hak kekayaan intelektual ?

Seseorang yang berdedikasi dan berpengalaman tentang kekayaan intelektual ini tentunya haruslah orang yang memang memiliki ketertarikan dan pengetahuan terhadap bidang ini. Untuk menjadi konsultan hak kekayaan intelektual di Indonesia maka Anda haruslah merupakan warga Negara Indonesia yang bertempat tinggal di Indonesia, memiliki ijazah sarjana S1 adalah ketentuan selanjutnya yang harus dimiliki oleh orang yang hendak menjadi konsultan HKI, kemudian seorang konsultan HKI ini juga harus bisa menguasai bahasa inggris dengan lancar, seorang konsultan HKI tidak boleh merupakan orang yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil, kemudian tentunya harus lulus dalam pelatihan HKI.

Karena setelah Anda mendaftar untuk menjadi konsultan HKI, maka Ditjen HKI akan memberikan pelatihan khusus yang isinya adalah pembelajaran tentang kekayaan intelektua HAKI, nah pada saat seorang calon konsultan dinyatakan mampu setelah mengikuti pelatihan itu maka barulah ia dinyatakan lulus dan dapat menjadi konsultan HKI yang sah di Indonesia. Tentunya tidak mudah untuk lulus pada tahapan ini karena seorang konsultan nantinya akan memberikan pengarahan dan membimbing kliennya untuk bisa mengajukan hak kekayaan intelektual dengan benar, maka jika ia saja tidak lulus dalam pelatihan maka tentunya ia tidak akan bisa menjadi seorang konsultan HKI Indonesia.

    Chat WA