Konsultan Hki Terdaftar

Konsultan Hki Terdaftar Kami Akan Membantu Anda Dalam Pendaftaran Merek Dagang Usaha Anda, Segera Hubungi Kami, semua urusan pendaftaran merek akan selesai dengan cepat. di Indonesia harus bersiap dalam menghadapi MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN. Pasalnya, rezim perdagangan bebas yang terjadi di antara negara-negara Asia Tenggara ini akan memberikan dampak besar terhadap sejumlah bidang, tak terkecuali ranah hukum. Misalnya saja lalu lintas orang maupun barang beserta transaksinya pasti tidak akan terlepas dari jasa praktisi yang bergerak di bidang hukum.

Tip Menghadapi MEA Bagi Kurator Dan Konsultan HKI Terdaftar

Dalam hal ini, peluang praktisi untuk menangani atau mengurus perkara yang berhubungan dengan hukum lintas negara pun terbuka lebar. Pendalaman dalam hukum ini perlu dilakukan oleh praktisi yang sudah punya pengalaman maupun yang baru terjun. Sebelum Masyarakat Ekonomi ASEAN dirancang, pekerjaan lintas negara sebenarnya sudah acap kali dipraktikan para advokat maupun kurator. Bahkan kurator sempat menghadapi kesulitan dalam mengelola aset lintas negara. Imran Nating selaku Sekjen AKPI (Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia) periode 2013-2016 membenarkan masalah aset pailit debitor luar negeri yang ditangani oleh para kurator tersebut.

Agar tidak berkepanjangan, Imran mengharapkan adanya tidak lanjut terhadap pengaturan CBI atau cross-border insolvency. Pasalnya, kalau CBI tidak ada, maka penyelesaian boedel yang pailit pun tidak akan berjalan secara maksimal. Selain itu, para kurator tidak bisa menelusuri dan menangani aset-aset milik debitor yang berada di luar negeri. Jika CBI ada, kurator tinggal melanjutkan penelusuran dengan jalur hukum. Tidak menutup kemungkinan kesukaran ini dihadapi para konsultan HKI terdaftar merek. Kemudian, terkait cross-border insolvency, sebenarnya sudah ada sejumlah diskusi yang diadakan para pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Hukum dan HAM; ahli hukum; asosiasi kurator.

Di sisi lain, terlepas dari perkara hukum, Imran pun memberikan saran supaya setiap kurator pun mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Persiapan matang akan menjadi bekal bagi kurator Indonesia untuk bersaing secara sehat dalam kompetisi lintas negara. Imran menyatakan memang belum ada persiapan khusus dan di sinilah kesadaran personal dari setiap kurator maupun praktisi hukum lainnya perlu dibangun dengan kuat dan maksimal sebelum memasuki MEA.

Tip Menghadapi MEA

Ada sejumlah tip yang dapat dipraktikan oleh para praktisi hukum seperti konsultan HKI terdaftar, para kurator, maupun advokat sebelum terjun ke MEA. Salah satu di antaranya adalah mengikuti tren atau perkembangan hukum, khususnya isu-isu pailit dan berita-berita yang relevan dengan masing-masing tugas praktisi. Meningkatkan pengetahuan pun tak hanya dilakukan dengan menyaksikan berita, tetapi juga menempuh pendidikan lanjutan atau yang lebih tinggi.

Untuk praktisi hukum seperti kurator, masa yang harus ditempuh untuk pendidikan lanjutan adalah 5 tahun beserta dengan perpanjangan lisensi. Di luar itu, para kurator juga bisa mengikuti pendidikan lanjutan yang diadakan setia tahun yang sifatnya sukarela. Pilihan lainnya adalah seminar dan pelatihan dengan frekuensi yang cukup tinggi. Kemudian, Justisiari P. Kusumah selaku konsultan HAKI memaparkan atensinya terhadap merek. Untuk MEA, Indonesia sesungguhnya sudah mempunyai bekal berupa Protokol Madrid.

Dalam hal ini, mereka yang telah didaftarkan di Indonesia dapat langsung dimasukan ke negara-negara yang sudah jadi anggota Protokol. Akan tetapi, Protokol Madrid hanya memudahkan proses pendaftaran merek dan tidak berlaku untuk persengketaan merek yang bisa saja muncul.

Jika perselisihan terjadi, maka ada tiga hal yang dapat dilakukan oleh konsultan HKI terdaftar di jakarta.

Satu, daftarkan merek milik klien ke tempat pendaftaran merek. Bila merek tersebut ternyata mempunyai kesamaan dengan barang-barang di negara-negara ASEAN, maka konsultan dapat mengambil langkah kedua, yakni membeli merek dari luar negeri tadi.

Lantas, kalau merek yang telah terdaftar ternyata selama ini tidak digunakan atau tidak dijual, maka konsultan sebaiknya mengaplikasikan delusion atau penghapusan merek. Siap tidak siap, konsultan HAKI harus sanggup menghadapi implikasi Masyarakat Ekonomi ASEAN terhadap sejumlah jasa yang berhubungan dengan tugas atau pekerjaan penasehat. Justisiari yakin tidak ada proteksi khusus untuk konsultan HAKI di Indonesia, akan tetapi ada tip yang dapat memudahkan pekerjaan mereka.

Tip Menghadapi MEA Bagi Kurator Dan Konsultan HKI

Tip pertama yang dapat diterapkan oleh konsultan HAKI adalah dengan menguasai hukum yang berlaku di Indonesia. Dengan memahaminya, konsultan HKI terdaftar akan sanggup menangani pendaftaran merek atau produk luar negeri di Indonesia. Pihak perusahaan biasanya akan memakai konsultan lokal untuk mengurus hal ini. Tip selanjutnya adalah mengelola dan mempresentasikan hukum dalam bahasa serta penuturan yang mudah dipahami oleh klien maupun commercially applicable.

Di sini, konsultan HKI paten terdaftar perlu menguasai bahasa global seperti bahasa Inggris atau Mandarin yang sekarang sedang gencar-gencarnya dipelajari bangsa asing. Penguasaan bahasa merupakan modal penting di samping pengetahuan seputar hukum lintas negara yang wajib dipahami pihak konsultan HAKI. Kemudian, satu opini dengan Imran, Justisiari pun mengatakan pendidikan lanjutan adalah hal penting lainnya yang harus diperhatikan oleh penasehat HAKI. Para konsultan dapat mengambil program-program continuing legal education atau CLE dan pendidikan hukum lanjutan.

Di sisi lain, Justisiari pun mengingatkan beberapa hal yang dicemaskan sehubungan dengan berlangsungnya MEA. Misalnya, konsultan berpotensi dapat kehilangan honorarioum atau fee karena pihak asing mampu mengelola sendiri mereknya tanpa bantuan penasehat profesional. Di sinilah konsultan HAKI harus mempersiapkan diri. Contohnya, kalau konsultan kehilangan beberapa aplikasi, maka andalkan kemampuan lain seperti memeriksa merek dari berbagai sumber. Tidak hanya dari media online seperti jejaring sosial, tetapi juga yang cetak seperti koran atau majalah untuk menjaring kesempatan lebih luas.

    Chat WA